Veronica Guerin

Gw sekarang kuliah di Fikom Unpad Kampus Bandung. Dan gw memilih untuk masuk ke jurusan ilmu jurnalistik. Seperti yang lo tau, kata jurnalistik berhubungan erat dengan profesi yang kita kenal sebagai wartawan/jurnalis. Dan profesi ini bagi gw sangat lah mulia. Gimana gak? Lo tau berita yang ada sekarang dari wartawan. Kejahatan yang ada saat ini juga sering diungkap sama wartawan/jurnalis. Bagi gw, profesi tersebut bener-bener mulia. Tapi, profesi yang mulia ini bisa menjadi bumerang bagi orang yang memilih profesi ini. Banyak dari mereka yang terbunuh karena mengungkap fakta yang ada. Salah satunya adalah Veronica Guerin.

Veronica Guerin

Veronica adalah seorang jurnalis wanita yang bekerja di harian Sunday Independent. Ia termasuk jurnalis yang terkenal di negaranya, Irlandia. Hal itu karena dia selalu mengungkap kejahatan-kejahatan yang masyarakat di sana belum tau dan mungkin gak akan ngira. Jadi, banyak berita yang ia buat adalah tentang kriminal.

Pada saat itu, tahun 1994, perdagangan narkoba di Irlandia mencapai tingkat tertinggi. Sebagai wartawan kriminal, ia pun ingin mengungkap kasus ini. Ia memulai liputannya dengan mendatangi sebuah komplek rumah susun dimana jalan-jalan disekitarnya dipenuhi dengan jarum suntik. Disana juga terlihat anak-anak dibawah umur bermain dengan jarum dengan sebuah bungkusan kecil berisi bubuk layaknya sebuah narkoba.

Dalam penyelidikannya kali ini sebenarnya ia dibantu oleh seseorang yang juga merupakan anggota dari pengedar narkoba tersebut. Orang ini pula yang juga menyebabkan kematian Veronica. Ia adalah John Traynor. Sebelumnya, ia sangat membantu Veronica dalam mengungkap kasus-kasus yang pernah diliput oleh Veronica.

Hari demi hari Veronica mulai mendapatkan apa yang ia inginkan. Ia mencurigai seorang yang bernama John Gilligan, seorang jutawan Irlandia yang seluruh kekayaannya didapat dari perbuatan kriminalnya. Gilligan tahu bahwa Traynor kenal dekat dengan Veronica dan dia tidak suka itu. Dia meminta Traynor untuk tidak sembarangan memberikan informasi kepada Veronica. Akhirnya, ada satu kejadian dimana Traynor terpaksa berbohong kepada Veronica.

Pada saat itu, Veronica curiga terhadap seseorang yang bernama Martin Cahill. Cahill diduga sebagai pengedar narkoba. Ia pun akhirnya menanyakannya kepada Traynor. Namun, Traynor tidak memberitahu yang sebenarnya. Ia menyuruh Veronica untuk langsung menanyakan soal itu kepada Cahill sendiri. Pada suatu hari, Cahill terbunuh oleh orang suruhan Gilligan. Traynor yang mengetahui hal itu akhirnya membohongi Veronica dengan mengatakan yang membunuh Cahill adalah seseorang yang bernama Gerry Hutch.

Sebagai seorang wartawan, ia pun langsung meminta konfirmasi kepada Hutch. Namun, Hutch tetap membantahnya. Veronica tetap menulis berita tentang pembunuhan itu dan tetap menulis Hutch sebagai pembunuh Cahill. Setelah menulis berita tersebut, ia pun mulai diteror oleh orang tak dikenal. Teror pertama adalah ketika jendela rumahnya di tembak. Beberapa hari kemudian, pada saat hari Natal, ia kembali diteror oleh orang tak dikenal. Ketika itu ia akan berangkat ke kantornya untuk merayakan natal. Suami dan anaknya telah berada di kantornya. Ketika ia tengah berdandan, tiba-tiba pintu rumahnya diketuk oleh seseorang. Ia pun membuka pintu rumahnya. Namun, apa yang terjadi? Orang yang menutupi mukanya dengan helm itu langsung mendorongnya dan langsung menodongkan pistol ke arahnya. Orang itu langsung menembak ke arahnya. Kaki kanan Veronica terluka akibat tembakan itu.

Berita tertembaknya Veronica pun merebak. Banyak yang mengaitkan penembakannya itu karena berita yang ia buat. Walaupun suami dan rekan-rekannya menyuruh untuk berhenti melakukan penyelidikan beritanya itu, ia tetap melanjutkan penyelidikan itu. Sampai pada akhirnya, ia menyadari bahwa yang menjadi pengedar narkoba adalah Gilligan. Ia pun pergi menemui Gilligan. Namun, apa yang ia dapat? Bukan mendapat informasi, ia mendapat pukulan dari Gilligan . Gilligan sangat tidak suka melihat Veronica di rumahnya. Veronica pun pulang dengan luka lebam yang ia dapat di wajahnya.

John Gilligan ketika ditangkap akibat kasus pembunuhan terhadap Veronica Guerin

Setelah pemukulan yang ia alami, ia menghentikan penyelidikannya itu dan menuntut orang yang memukulnya, Gilligan. Namun sayang. Pengadilan memperpanjang sidang soal pemukulan itu. Dan pada saat itu Gilligan belum mendapat hukuman akibat perbuatannya itu. Veronica dan suaminya kecewa.

26 Juni 1996. Pada hari itu, ia tengah menjalani sidang untuk mendapatkan kembali Surat Izin Mengemudi (SIM) yang ditahan pihak kepolisian Dublin, Irlandia. Akhirnya, ia mendapatkan kembali SIM-nya. Dan berita gembira itu ia sebarkan kepada ibu dan rekan-rekannya. Namun, hari itu juga menjadi hari terakhir dalam hidupnya. Ia terbunuh di jalan saat ia ingin pulang dari Pengadilan Naas. Ia tertembak oleh 2 orang suruhan Gilligan. Salah satunya bertugas untuk menembaknya. Ia pun mendapatkan 6 kali tembakan dan tewas saat itu juga.

Bagaikan seorang Soekarno yang telah memproklamirkan Indonesia, Thomas Alfa Edison yang telah menemukan lampu dan berguna bagi dunia, kematian Veronica juga membekas di hati seluruh warga negara Irlandia. Pada saat ingin dimakamkan, masyarakat Dublin mengiringi kepergiannya dengan memenuhi sisi jalan kota Dublin. Veronica memang berpengaruh bagi masyarakat Dublin dalam memerangi narkoba. Ia tak dapat dilupakan masyarakat Dublin karena jasanya itu. Di Dublin, monument Veronica Guerin bisa dilihat oleh semua orang sampai saat ini.

Monumen Veronica Guerin di Dublin, Irlandia

Keberaniannya dalam mengungkap kejahatan, kecerdasannya dalam melakukan penyelidikan merupakan pelajaran yang dapat diambil oleh kita semua. Dan kejadian ini, menjadikan kita mengetahui bahwa semua pekerjaan yang kita lakukan pasti ada resikonya. Pada tahun 2009, jumlah wartawan di seluruh dunia yang tewas saat bertugas mencapai 70 orang. Ini merupakan angka tertinggi di dunia.

Baca selengkapnya......

Tentang Dia...

"Memiliki, mencintai dirimu, kasihku. Tak akan pernah membuat diriku menyesal. Sungguh mati ku, hidupku kan selalu membutuhkan kamu."

Yang barusan gw tulis di atas adalah lirik lagu dari Tompi yang judulnya Tak Pernah Setengah Hati. Dari judulnya aja kita tau, kalo dia ingin menyampaikan bahwa dia gak pernah mencintai seseorang dengan hanya setengah hati. Dan kalo dilihat dari video klip yang dia buat sendiri, menurutnya, cinta itu datang untuk semua orang. Gak tua, gak muda. Yang kaya dan yang miskin. Tompi juga menunjukkan sesuatu yang orang kalo melihatnya mungkin agak terharu. Dalam video klip itu, para modelnya, menunjukkan sikap cinta yang sangatlah besar. Jadi, dalam video klip itu, sang model kalo gw liat, sangat mencintai pasangannya lebih dari apapun dan dengan kondisi-kondisi yang gw sebutin di atas. Mereka mencintai satu sama lain dengan menerima apa yang ada dalam diri pasangan masing-masing apa adanya. Dan mereka mencintai pasangan mereka gak pernah setengah hati. Itu yang gw liat.

Nah, mungkin sebagian orang yang kenal sama gw mungkin bingung dan agak heran. Kenapa sekarang gw ngomongin hal-hal macam ini? Tentang cinta. Ya! Tentang cinta.

Semua orang yang kenal gw tau, gw itu orangnya ceplas-ceplos, jadi terlihat agak kasar, mungkin!(padahal gak lho.. gak kasar dalam perbuatan.. bneran..hehe..). Dan satu lagi. Mereka gak pernah ngeliat gw jadi ngomongin cinta dan sedikit melow kaya gini. Jadi, wajar kalo mereka heran.

Ok. Kali ini gw bakal cerita tentang kisah cinta gw dengan seorang cewe yang pernah jadi pacar gw waktu kita masih SMP dan sekarang gw lagi deket juga sama dia setelah lost contact selama hampir 4 tahun ya?(kalo gw gak salah). Ya, selama gw hidup yang udah mencapai umur 20 tahun ini, gw baru pacaran ya sama tuh cewe. Tragis mungkin bagi sebagian orang. Tapi bagi gw biasa aja. Karena gw yakin, inilah jalan yang dikasih Allah ke gw. Dan itu pasti yang terbaik.

Lanjut,

Jadi gini, gw waktu itu pernah jadian sama dia. Disini gw tulis namanya Lily (dia gak mau kalo gw nulis pake nama asli dia. gw udah konfirmasi dulu ke orangnya). Lily itu anaknya lucu, dulu gemuk chubby gitu.hehehe. Kalo senyum manis banget. Ada lesung pipinya. Dan agak cerewet. Nah, jadi, gw waktu itu jadian sama dia waktu kelas 3 SMP, waktu gw udah mau lulus. Gw ngejalanin hubungan dengan dia kurang lebih selama 2 bulan. Abis itu gw yang mutusin. Jahat banget kan gw. Tapi gw disini mutusin dia karena gw ngerasa bukan yang terbaik buat dia. Kita beda sekolah waktu SMA dan gw juga orangnya tuh cuek banget. Gw gak mau dia gw cuekin terus. Kasian dia. Gimana ya? Lo ngejalanin hubungan dengan orang tapi orang itu ngerasa lo gak ngejalanin hubungan dengan dia karena cuek. Itu yang dia rasain mungkin. Dan gw secara gak langsung emang udah ngerasa. Makanya waktu itu gw putusin. Biar dia cari yang lebih baik dari gw. Yang bisa merhatiin dia.

Setelah gw putus, gw bener-bener gak pernah lagi berhubungan dengan dia. Pernah waktu itu ketemu dia di sekolahnya. Waktu itu gw sama dia sama-sama kelas 2 dan gw pada saat itu lagi liat temen gw tanding futsal di sekolahnya. Mungkin dia lupa. Tapi gw inget. Gw cuma bisa senyum doang sama dia. Dan dia bales senyum gw itu. Abis pertemuan itu, kita gak pernah ketemu lagi.

Gw tuh tipe orang yang sulit buat deket sama cewe. Gak tau kenapa. Gw masih takut aja nyakitin perasaan tuh cewe nantinya. Setelah gw putus sama dia, ya namanya cowo pasti pernah dong suka sama cewe. Hal itu yang gw rasain waktu itu. Beberapa cewe pernah gw deketin. Tapi hasilnya gw cuma bisa jadi temen aja. Dan emang lebih tepat jadi temen gw. Kenapa?

Menurut gw, cewe yang bisa dijadiin temen sama pacar itu beda. Kalo sama temen, kita bisa ngelakuin apapun yang kita mau. Dia pun juga bersikap sama ke kita. Lo bisa jadi diri lo, bisa juga jadi orang laen. Pokoknya have fun aja. Kalo sama pacar, menurut gw, kita lebih kalem. Dan berusaha menjadi orang yang apa adanya. Gak neko-neko. Itu menurut gw. Dan lebih serius.

Nah, selama itu gw deket sama beberapa cewe. Dan hasilnya gw cuma bisa jadi temen mereka. Dan emang gw lebih nyaman di deket mereka sebagai temen. Walau begitu, gw selalu jadi tempat curhat temen-temen gw. Dan urusannya gak jauh-jauh dari cowo.hahaha. Dan dari cerita-cerita mereka, gw mulai belajar untuk tidak menjadi seperti cowo-cowo yang mereka ceritakan.

Back to topic..

Selama hampir 4 tahun gw lost contact sama dia. Sampai-sampai waktu itu dia ngeadd fb gw. Gw approve deh. Sehabis itu gw gak pernah wall-wallan sama dia. Gw juga nyari id ym-nya di info fb dia. Dan kali ini gw yang ngeadd dia. Dia ngeadd gw tuh kalo gak salah pas semester 2. Semenjak itu gw belom pernah berhubungan secara langsung baik dari sms, nelpon, dan chatting.

Gw tau waktu itu dia udah punya cowo. Dan gw hargain hubungan mereka. Gw seneng liat mereka walaupun di sisi lain perasaan gw jadi gimana gitu. Gw juga bingung kenapa perasaan gw jadi kaya gini.

Waktu demi waktu gw lewatin. Hingga pada akhirnya, sekitar semester 4 awal gitu, pas gw lagi nganggur di kampus sekalian ngenet, dia chat sama gw. Gw inget waktu itu malem minggu. Gw waktu itu emang lagi aktifin ym. Gw lupa percakapannya. Yang jelas dia ngajak chat. Sampai-sampai ada sebuah percakapan kaya gini,

gw: lha, lo gak malem mingguan?
lily: mlem minggu ma sapa?
gw: ya ma cowo lo lah. Sama sapa lg coba?
lily: cowo? ah, lg mles gw ngomongin dia.
gw: (diem gak tau mo ngomong apa lg. soalnya biasanya klo lg kya gini, cewe itu sensitif bgt)

Dan pada akhirnya dia yang ngajak ngomong gw. Tapi gw lupa.hehehe..

Chat sama dia terus gw lakukan. Dan dia yang selalu ngajak gw untuk chat. Sampai-sampai, dia ngajak gw maen waktu liburan sekitar bulan mei. Ya gw bilang aja, "2 minggu lagi gw balik kok."
Gw waktu itu belom punya no. hp-nya. Setelah gw minta, kita sering smsan mulai dari situ. "Awal yang baik," pikir gw. Minggu yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Awalnya gw pengen pergi hari Kamis, tapi gagal dan kita pergi hari jumatnya. Nah, waktu hari Kamis itu, gw chat sama dia. Di saat kita lagi ngobrol, dia nanya ke gw sama kaya apa yang pengen gw tanyain ke dia.

lily: mungkin gak kita bisa balikan kaya dulu?
gw: lho, kok sama apa yg ada di pikiran gw. ya kalo Allah ngijinin kita untuk balikan ya balikan. insyaallah.
lily: lo mikir gitu jg? emang lo mau balikan sama gw?
gw: mau aja. lo gmana?
lily: kan Allah yang ngatur, liat ntar aja.hihi..

pokoknya gitu deh. udah lama banget soalnya percakapan kaya gini. Dan besoknya gw ketemu sama dia. Dia berubah. Dia jadi kurus. Gak chubby kaya dulu. Yang sama cuma suaranya yang cempreng.hehehe..

Semenjak itu, gw sering jalan sama dia. Foto-foto, makan, nonton dan sebagainya. Gw seneng, dan dia juga kelihatan seneng. Kita saling mengungkapkan rasa sayang kita satu sama lain. Gw tau dia sayang sama gw dan dia tau gw juga sayang sama dia. Tapi, ada hal yang masih belom dia lupa. Ya! cowonya. Dia masih inget sama cowonya itu. Gw gak tau udah jadi mantan apa belum. Yang jelas dia masih inget. Gw anggep itu wajar karena dia udah ngejalanin hubungannya itu selama 3 tahun kurang lebih.

Dan disini gw serahin semuanya sama Allah. Biar Dia yang ngatur semuanya ini. Kalo gw emang ditakdirin sama dia ya gw terima tapi kalo gak ya gw terima juga. Masa gw paksain kehendak Yang Maha Kuasa. Gw cukup berterima kasih karena Allah udah ngenalin dia ke gw. Itu kalo gw emang gak sama dia. Gw cuma mau dia bahagia.

Sebenernya banyak yang pengen gw ceritain tentang dia. Tapi, biarlah gw yang simpen cerita ini. Dan yang tau cuma gw, dia, dan Allah, yang nyiptain kita. Kalo ada cerita selanjutnya, ntar gw lanjutin deh. Ini aja panjang banget..hehehe... ok!

Baca selengkapnya......

Back to The Blog

Ya, kenapa gw kasih judul kaya gitu? Udah setahun lebih ini blog gak gw isi dengan isi-isian..hehehe..

Oke, lanjut. Sekarang itu tanggal 17 Agustus, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-65.(Sesuai EYD gak sih? Gw lupa..hehehe). Nah, untuk itu disini gw nulis opini gw tentang negara kita yang udah berumur 65 tahun.

Langsung aja ya! Di satu sisi gw cukup bangga dengan Bangsa Indonesia. Kenapa? Karena menurut gw, Bangsa Indonesia dapat mempertahankan kedaulatannya selama 65 tahun. Bener kan? Padahal, sebelumnya bangsa kita telah digoyang oleh isu-isu yang dapat merusak kedaulatan bangsa kita lho!! Dan di sisi lain gw cukup miris melihat keadaan Indonesia yang sekarang. Kenapa? Di umur yang ke-65 ini, gw ngerasa Indonesia masih yang kaya dulu. Contohnya, kemiskinan merajalela, pembangunan juga masih tidak merata, pembangunan yang tidak sesuai kebutuhan, dan ini yang paling disorot, korupsi semakin menjadi-jadi.

Gw juga ngerasa, pemerintah kita saat ini lebih banyak diam. Ada sih beberapa yang melakukan sebuah gebrakan. Tapi bisa dihitung pake jari. Kebanyakan dari mereka hanya memperbaiki citra. Hanya untuk nama baik dirinya sendiri. Ditambah lagi anggota DPR. Kemarin, lagi hangat-hangatnya berita tentang banyaknya anggota DPR yang bolos pada saat rapat. Bayangin aja, dari total anggota yang jumlahnya 560 orang, yang hadir itu hampir separuhnya. Ya, kurang lebih 302 orang. Disini rakyat termasuk gw mungkin bertanya, "Jadi, kita milih mereka hanya untuk bolos aja?"

Gimana gak terlontar pertanyaan kaya gitu. Sekarang gini, kita udah milih mereka untuk mendengar aspirasi rakyat. Mereka sudah hidup enak. Dikasih rumah, mobil, deElel. Tapi apa balas jasanya buat rakyat? Bolos? Mau diobrak-abrik tuh gedung kura-kura? Belom lagi banyak masalah-masalah dalam negeri yang belom selesai tapi tidak ada perkembangan lebih lanjutnya. Contohnya aja kasus lumpur Lapindo, yang sampai saat ini warga yang tempat tinggalnya kelelep lumpur masih banyak yang gak jelas nasibnya gimana. Ada lagi kasus Century. Udah rapat-rapat sampe malem, sampe semua orang bosen liatnya tuh rapat di TV, eh masih aja belum nemuin jawabannya untuk menyelesaikan masalah ini. Saking keselnya dengan kelakuan para wakil rakyat, tepat pada Jumat, 30 Juli 2010, artis senior Pong Hardjatmo melakukan aksi nekat, yaitu mencoret atap gedung DPR. Ia menuliskan tiga kata, Jujur, Tegas, Adil. Dalam wawancaranya di salah satu media online antaranews.com, ia mengatakan, "Kekecewaan saya sudah memuncak. Dari kasus Lapindo, Susno polisi yang dijeblosin polisi. Memuncaklah.”

Mungkin suara hati Om Pong sama kaya masyarakat lainnya. Dan melihat hal ini terjadi, Presiden kita, Susilo Bambang Yudhoyono masih terlihat santai. Gak pernah ada pernyataan-pernyataan yang membuat masalah-masalah ini selesai. Mungkin ada tapi kurang tegas deh kayaknya. Soalnya para wakil rakyatnya aja biasa-biasa aja tuh.

Ada lagi yang membuat gw miris. Yaitu institusi yang menganggap dirinya sebagai "Pengayom Masyarakat". Ya! Polisi. Akhir-akhir ini, Kepolisian Republik Indonesia banyak dibicarakan oleh semua orang. Salah satunya adalah jumlah rekening para perwira polisi yang gak jelas dari mana datengnya. Nah, ni kasus juga masih gak jelas sampe sekarang. Padahal pak Presiden udah minta Kapolri Bambang Hendarso Danuri (BHD) untuk mengusut tuntas kasus ini. Tapi apa? Gw baca di Tempo, kasus ini udah selese kata BHD. Aneh kan?

Banyak kejanggalan negara kita ini. Kasus-kasus yang gw rasa penting untuk diketahui, gak tau kenapa ditutup oleh kasus laen. Dan kalo gw perhatiin, buat nutupin kasus-kasus ini pasti ditutup oleh penggerebekan teroris di beberapa daerah. Apa ini cara untuk memperbaiki nama institusi kepolisian? Masalahnya gini. Makin kesini, penggerebekan yang dilakukan densus 88 terlihat aneh. Kesannya udah ada skenario yang kaya di sinetron-sinetron gitu deh. Baru-baru ini juga sama. Ustad Abu Bakar Ba'asyir yang baru pulang dari ngisi ceramah di daerah Ciamis, Jawa Barat kalo gw gak salah, yang masih di mobil, di paksa berhenti oleh aparat densus 88. Masih mendig di berhentiin, ini make mecahin kaca segala. Lebay bangeeeeet! Gak mikir apa yang mau kalian tangkap itu orang tua. Hormatin dikit. Berhentiin aja kan bisa. Emang Pak Ustad bales nyerang kalian?ckckck. Mungkin masyarakat yang melihat detik-detik penangkapan juga mikir sama kaya gw.

Hmm. Cape juga euy nulisnya. Padahal masih banyak uneg-uneg (yg bner pake "G" apa pake "K" sih?cmiiw) yang pengen gw tuang ke dalem tulisan ini. Tapi cukup lah. Kalian yang mudah-mudahan baca tulisan ini juga udah tau apa aja yang kurang dari tulisan ini.

Kalo aja masih ada bung Karno, mungkin dia dapat memberikan petuah-petuah kepada pemerintah khususnya kepada Presiden kita saat ini agar masalah-masalah yang terjadi saat ini cepat selese. Dan mungkin beliau juga dapat mengajari Pak SBY bagaimana caranya berpidato dengan baik. Yang lebih membuat rakyat semakin bersimpati kepadanya. Bukan malah "mengecilkan" dirinya.

Ayo para petinggi-petinggi negeri ini. Lanjutkan perjuangan Bung Karno, Bung Hatta, dan para pahlawan-pahlawan yang telah berusaha membuat bangsa ini merdeka. Lanjutkan dengan tindakan-tindakan kalian yang bisa membuat kami bangga. Yang bisa membuat kami semua, rakyat Indonesia percaya kepada pemerintah.

Yaudah.. berhubung di kamar gw udah pukul 06.30 WIB, gw mau istirahat dulu ah. sekalian nunggu upacara 17 Agustus yang disiarin di semua TV.

Mudah-mudahan bangsa ini bisa lebih maju kedepannya nanti. Amiiiiin...

Baca selengkapnya......