Ya, kenapa gw kasih judul kaya gitu? Udah setahun lebih ini blog gak gw isi dengan isi-isian..hehehe..
Oke, lanjut. Sekarang itu tanggal 17 Agustus, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-65.(Sesuai EYD gak sih? Gw lupa..hehehe). Nah, untuk itu disini gw nulis opini gw tentang negara kita yang udah berumur 65 tahun.
Langsung aja ya! Di satu sisi gw cukup bangga dengan Bangsa Indonesia. Kenapa? Karena menurut gw, Bangsa Indonesia dapat mempertahankan kedaulatannya selama 65 tahun. Bener kan? Padahal, sebelumnya bangsa kita telah digoyang oleh isu-isu yang dapat merusak kedaulatan bangsa kita lho!! Dan di sisi lain gw cukup miris melihat keadaan Indonesia yang sekarang. Kenapa? Di umur yang ke-65 ini, gw ngerasa Indonesia masih yang kaya dulu. Contohnya, kemiskinan merajalela, pembangunan juga masih tidak merata, pembangunan yang tidak sesuai kebutuhan, dan ini yang paling disorot, korupsi semakin menjadi-jadi.
Gw juga ngerasa, pemerintah kita saat ini lebih banyak diam. Ada sih beberapa yang melakukan sebuah gebrakan. Tapi bisa dihitung pake jari. Kebanyakan dari mereka hanya memperbaiki citra. Hanya untuk nama baik dirinya sendiri. Ditambah lagi anggota DPR. Kemarin, lagi hangat-hangatnya berita tentang banyaknya anggota DPR yang bolos pada saat rapat. Bayangin aja, dari total anggota yang jumlahnya 560 orang, yang hadir itu hampir separuhnya. Ya, kurang lebih 302 orang. Disini rakyat termasuk gw mungkin bertanya, "Jadi, kita milih mereka hanya untuk bolos aja?"
Gimana gak terlontar pertanyaan kaya gitu. Sekarang gini, kita udah milih mereka untuk mendengar aspirasi rakyat. Mereka sudah hidup enak. Dikasih rumah, mobil, deElel. Tapi apa balas jasanya buat rakyat? Bolos? Mau diobrak-abrik tuh gedung kura-kura? Belom lagi banyak masalah-masalah dalam negeri yang belom selesai tapi tidak ada perkembangan lebih lanjutnya. Contohnya aja kasus lumpur Lapindo, yang sampai saat ini warga yang tempat tinggalnya kelelep lumpur masih banyak yang gak jelas nasibnya gimana. Ada lagi kasus Century. Udah rapat-rapat sampe malem, sampe semua orang bosen liatnya tuh rapat di TV, eh masih aja belum nemuin jawabannya untuk menyelesaikan masalah ini. Saking keselnya dengan kelakuan para wakil rakyat, tepat pada Jumat, 30 Juli 2010, artis senior Pong Hardjatmo melakukan aksi nekat, yaitu mencoret atap gedung DPR. Ia menuliskan tiga kata, Jujur, Tegas, Adil. Dalam wawancaranya di salah satu media online antaranews.com, ia mengatakan, "Kekecewaan saya sudah memuncak. Dari kasus Lapindo, Susno polisi yang dijeblosin polisi. Memuncaklah.”
Mungkin suara hati Om Pong sama kaya masyarakat lainnya. Dan melihat hal ini terjadi, Presiden kita, Susilo Bambang Yudhoyono masih terlihat santai. Gak pernah ada pernyataan-pernyataan yang membuat masalah-masalah ini selesai. Mungkin ada tapi kurang tegas deh kayaknya. Soalnya para wakil rakyatnya aja biasa-biasa aja tuh.
Ada lagi yang membuat gw miris. Yaitu institusi yang menganggap dirinya sebagai "Pengayom Masyarakat". Ya! Polisi. Akhir-akhir ini, Kepolisian Republik Indonesia banyak dibicarakan oleh semua orang. Salah satunya adalah jumlah rekening para perwira polisi yang gak jelas dari mana datengnya. Nah, ni kasus juga masih gak jelas sampe sekarang. Padahal pak Presiden udah minta Kapolri Bambang Hendarso Danuri (BHD) untuk mengusut tuntas kasus ini. Tapi apa? Gw baca di Tempo, kasus ini udah selese kata BHD. Aneh kan?
Banyak kejanggalan negara kita ini. Kasus-kasus yang gw rasa penting untuk diketahui, gak tau kenapa ditutup oleh kasus laen. Dan kalo gw perhatiin, buat nutupin kasus-kasus ini pasti ditutup oleh penggerebekan teroris di beberapa daerah. Apa ini cara untuk memperbaiki nama institusi kepolisian? Masalahnya gini. Makin kesini, penggerebekan yang dilakukan densus 88 terlihat aneh. Kesannya udah ada skenario yang kaya di sinetron-sinetron gitu deh. Baru-baru ini juga sama. Ustad Abu Bakar Ba'asyir yang baru pulang dari ngisi ceramah di daerah Ciamis, Jawa Barat kalo gw gak salah, yang masih di mobil, di paksa berhenti oleh aparat densus 88. Masih mendig di berhentiin, ini make mecahin kaca segala. Lebay bangeeeeet! Gak mikir apa yang mau kalian tangkap itu orang tua. Hormatin dikit. Berhentiin aja kan bisa. Emang Pak Ustad bales nyerang kalian?ckckck. Mungkin masyarakat yang melihat detik-detik penangkapan juga mikir sama kaya gw.
Hmm. Cape juga euy nulisnya. Padahal masih banyak uneg-uneg (yg bner pake "G" apa pake "K" sih?cmiiw) yang pengen gw tuang ke dalem tulisan ini. Tapi cukup lah. Kalian yang mudah-mudahan baca tulisan ini juga udah tau apa aja yang kurang dari tulisan ini.
Kalo aja masih ada bung Karno, mungkin dia dapat memberikan petuah-petuah kepada pemerintah khususnya kepada Presiden kita saat ini agar masalah-masalah yang terjadi saat ini cepat selese. Dan mungkin beliau juga dapat mengajari Pak SBY bagaimana caranya berpidato dengan baik. Yang lebih membuat rakyat semakin bersimpati kepadanya. Bukan malah "mengecilkan" dirinya.
Ayo para petinggi-petinggi negeri ini. Lanjutkan perjuangan Bung Karno, Bung Hatta, dan para pahlawan-pahlawan yang telah berusaha membuat bangsa ini merdeka. Lanjutkan dengan tindakan-tindakan kalian yang bisa membuat kami bangga. Yang bisa membuat kami semua, rakyat Indonesia percaya kepada pemerintah.
Yaudah.. berhubung di kamar gw udah pukul 06.30 WIB, gw mau istirahat dulu ah. sekalian nunggu upacara 17 Agustus yang disiarin di semua TV.
Mudah-mudahan bangsa ini bisa lebih maju kedepannya nanti. Amiiiiin...